Sabtu, 21 November 2015

Naik Karier dengan Servis Terbaik

Trustco Jateng  -  Lembaga Training Jawa Tengah Telp. (024) 7691 7578 / HP. 085640-750440 Solikin / HP. 085640-398242 Suratman
 
 Layanan atau servis, bukan semata urusan hubungan dengan konsumen. Sejatinya, bahkan dengan rekan kerja dan atasan pun, pelayanan yang terbaik harus diberikan.

Pelayanan adalah salah satu kunci “kemenangan” dalam bidang apa pun. Baik bisnis maupun karier, melayani dengan memberikan yang terbaik akan membuat jenjang kehidupan juga lebih baik. Itulah mengapa, dalam sebuah pertandingan olahraga—tenis misalnya—seorang pemain dituntut untuk “serve” terlebih dahulu. Jadi, pekerjaan awal yang seharusnya dijadikan adalah “serve” atau servis terlebih dahulu.

Sayang, banyak orang yang mengabaikan pentingnya pelayanan. Bahkan, yang terjadi, melayani dianggap sebagai “pekerjaan rendahan”. Pekerjaan “melayani” justru dianggap sebagai pekerjaan kelas dua. Padahal, apa pun profesi yang dijalani, sebenarnya, unsur pelayanan adalah hal yang utama. Mulai dari pekerja di restoran yang melayani konsumen hingga direktur di sebuah perusahaan multinasional yang sejatinya melayani para pemegang saham. Bahkan, seorang Albert Einstein dalam sebuah pernyataannya menyebut: “Takdir tertinggi seseorang sejatinya adalah melayani dibandingkan mengatur.”

Namun pada banyak kasus, orang yang melayani, kadang cenderung dianggap sebagai penjilat. Untuk kasus terakhir ini, memang perlu ada batasan. Sehingga pelayanan yang diberikan tidak jadi “jebakan” sehingga malah menimbulkan kesan negatif yang akan merusak karier.

Lantas, servis seperti apa yang harus diberikan oleh seseorang, agar karier bisa meningkat?

• Melayani “profesi” dengan sepenuh hati

Untuk menjadi seorang pemenang, seorang atlet harus terus berlatih dan berlatih, tanpa bosan, tanpa capai. Padahal, materi yang dilatih bisa jadi itu-itu saja. Namun, mereka yang mencintai profesinya, akan menikmati semua proses itu dengan senang hati. Dan, kerja kerasnya itulah yang akan mengantarkan ia menjadi pemenang. Begitu juga dengan pekerjaan kita. Apa pun profesinya, jika dilakukan dengan sepenuh hati, terus dilatih, ditekuni, akan membawa kita pada level lebih tinggi. Ini memang tak selalu berhubungan dengan uang dan materi, tapi lebih pada kepuasan diri. Seorang penyapu jalanan akan senang jika melihat lingkungan sekitarnya bisa dinikmati banyak orang karena kebersihannya. Ini setara dengan seorang direktur yang juga senang saat pemegang saham di perusahaannya puas dengan performa kerja yang terus meningkat.


Karena itu, “layanilah” profesi dengan sepenuh hati. Kerjakan semua yang menjadi tugas dan tanggung jawab dengan penuh kecintaan. Kesungguhan dalam menjalani profesi akan “terbayar” suatu saat nanti. Entah dengan naik karier dan jabatan, atau sekadar ucapan selamat yang menyenangkan hati. Namun, pada intinya, dengan memberikan pelayanan terbaik pada profesi yang kita jalani, akan membuahkan hasil yang didambakan atau reward yang sepadan.

• Melayani “atasan” dengan lapang hati

Ada dua hal yang dimaksud di sini. Pertama, jadikan tugas harian sebagai bagian dari pekerjaan yang harus dicintai. Jadi, bukan sekadar menerima tugas belaka. Sehingga, bekerja tidak hanya saat disuruh, tapi bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua yang diemban. Dengan begitu, kerja akan lebih fokus, terarah, dan mampu memberikan pelayanan terbaik. Ujungnya, reward pun selalu siap menanti.

Hal kedua yang juga harus diperhatikan adalah bahwa atasan bukan hanya bos langsung. Bisa saja pemegang saham, pelanggan, hingga berbagai kepentingan yang melingkupinya. Karena itu, kerja yang maksimal untuk mereka juga harus kita perhatikan. Sebab, merekalah yang menentukan mati hidupnya perusahaan. Hanya dengan pelayanan terbaik, kita bisa mendapatkan “hati” dari atasan tanpa harus menjadi penjilat. Apalagi, saat melayani konsumen atau pelanggan. Sudah pasti, pelayanan terbaiklah yang akan membuat pelanggan selalu kembali.

• Melayani rekan kerja dengan menghargai

Rekan kerja adalah saudara sendiri. Sebab, dari rekan kerjalah, kita akan mendapat banyak masukan dan sekaligus solusi atas berbagai masalah. Meski begitu, tak jarang, office politic terjadi dan memengaruhi pertemanan. Apalagi, di perusahaan dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi. Untuk itu, kita dituntut untuk pandai-pandai menempatkan diri. Caranya, berikan layanan terbaik kepada rekan kerja dengan mau membantu, memberikan pertolongan saat dibutuhkan, atau sekadar mendengar kisah dan curahan hati. Tentu, semua dilakukan dengan batasan-batasan yang sepantasnya. Dengan cara tersebut, kita akan selalu mendapat tempat di lingkungan sekitar. Sehingga, ujungnya, kita pun akan lebih dipermudah untuk menaiki jenjang karier lebih tinggi.

• Melayani “diri sendiri” dengan menggali potensi diri

Satu hal lain yang tak boleh dilupakan adalah untuk “melayani” diri sendiri. Jangan sampai memanjakan orang lain, tapi diri sendiri dilupakan. Menjaga kesehatan diri, memberi reward saat mencapai sesuatu, berlibur untuk menenangkan pikiran, adalah upaya-upaya untuk “melayani” diri sendiri. Selain itu, belajar terus-menerus untuk menambah bekal guna menggapai karier lebih tinggi juga harus terus dilakukan. Dengan cara itu, potensi dan kekuatan diri terasah dari sisi mental dan spiritual. Sehingga, saat keseimbangan tercapai, kebahagiaan didapat, kerja pun lebih maksimal. Ujungnya, reward bisa kita raih.
Sumber : andriewongso.com


Untuk mendapatkan informasi produk-produk training  kami
Gg. Salak , Muntal, Gunungpati
Kota Semarang, Jawa Tengah
Telp. (024) 7691 7578
Hubungi HP. 085640-750440 Solikin
HP. 085640-398242 Suratman


EmoticonEmoticon