Tampilkan postingan dengan label Kata Motivasi Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Motivasi Belajar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Maret 2016

Lulus, Wisuda, Terus Ngapain?


Trustco Nusantara
Lembaga Training, Outbound Team Building, Paintball, Rafting, Archery Tag Semarang, Jawa Tengah
Telp. (024) 7691 7578 / HP. 085640-750440 Solikin / HP. 085640-398242 Suratman

Apakah selepas skripsi selesai kamu sudah bisa bebas dari kegalauan hidup?Jawabannya: tidak. Setelah bebas dari dilema mahasiswa tingkat akhir kamu masih harus dihadapkan pada pilihan hidup yang akan sangat berpengaruh bagi masa depanmu: lanjut kuliah S-2 atau kerja?
Ada yang bilang, langsung lanjut sekolah aja karena otak masih segar. Tapi ada juga yang menyarankan untuk langsung turun ke dunia kerja dan cari pengalaman sebanyak-banyaknya. Bingung gak tuh? Kali ini Hipwee akan paparkan keuntungan dan kekurangan dari masing-masing pilihan.

Dilema Para Fresh Graduates Dalam Perjuangan Mencari Kerja

Perjuangan sarjana baru mencari pekerjaan
Perjuangan sarjana baru mencari pekerjaan 
Hampir semua orang yang sudah lulus kuliah hanya akan lega di hari wisudanya. Rasanya semua perjuangan terbayar di hari perayaan tersebut. Tapi keesokan harinya pertanyaan mulai bermunculan di kepala,
“Udah lulus nih. Udah dapat gelar. Terus harus ngapain?”
Biasanya para sarjana baru akan akrab dengan job fair dan berbagai laman rekrutmen pegawai. Dari kehidupan mahasiswa yang nyaman, secara tiba-tiba kamu yang baru lulus akan dihadapkan pada status baru sebagai pengangguran dan pencari kerja.
Menurut Recruitment Beast, sebuah perusahan rekrutmen dari Filipina, setidaknya ada 3 dilema yang dihadapi oleh mahasiswa yang baru saja lulus kuliah:
  1. Pekerjaan impianmu mensyaratkan pengalaman kerja minimal 2 tahun. Dapat pengalaman dari mana coba, kamu kan baru lulus kuliah!
  2. Persaingan untuk lulusan baru sangat ketat. Jumlah pekerjaan tidak sebanding dengan angkatan kerja yang lulus setiap tahunnya.
  3. Gaji yang ditawarkan jauh dibawah ekspektasi.
Ini membuat banyak lulusan baru banting setir untuk mengambil pendidikan lanjutan di tingkat Master.

Sebenarnya S-2 Akan Membentukmu Jadi Apa?

Kerja dulu atau lanjut S2?
Kerja dulu atau lanjut S-2? Sebelum membahas kelebihan dan kekurangan bekerja atau melanjutkan pendidikan S-2 selepas lulus, mari kita lihat dulu apa yang ditawarkan oleh pendidikan lanjutan di tingkat Master. Berbeda dengan pendidikan tingkat sarjana yang mencetak mahasiswa untuk mengerti dan mengaplikasikan pengetahuan yang dihasilkan orang lain, mahasiswa S-2 dituntut untuk jadi salah satu produsen ilmu pengetahuan.
Di awal pendidikan, mahasiswa S-2 akan dihadapkan pada berbagai kelas yang harus diambil. Kegiatan belajar di kelas akan lebih didominasi aktivitas diskusi, dibanding mendengarkan ceramah dari dosen. Sebagai mahasiswa pasca sarjana kamu dituntut aktif melakukan pembelajaran secara mandiri.
Mahasiswa pasca sarjana dituntut aktif untuk melakukan riset
Mahasiswa pasca sarjana dituntut aktif untuk melakukan riset 
Pada 1-2 semester terakhir, aktivitas mahasiswa pascasarjana akan lebih banyak terfokus pada kegiatan riset. Pengetahuan yang lebih mendalam tentang bidang studi yang sedang kamu geluti tidak akan datang dari kelas, melainkan dari aktivitas langsung di lapangan.
Kamu akan punya kesempatan untuk bekerja bersama dosen dalam menyelesaikan sebuah riset. Mahasiswa Pascasarjana juga memiliki kesempatan luas untuk magang di berbagai organisasi.
Secara garis besar, pendidikan di tingkat Master memang mempersiapkan seseorang untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman profesional lewat proses riset dan pembelajaran yang dilakukan secara mandiri.

Apakah Pendidikan Pascasarjana Akan Menjamin Karirmu Lebih Cemerlang?

S1 cukup gak sih? Atau harus S2?
S-1 cukup gak sih? Atau harus S-2?
Steve Icampo, manajer of Worldwide Staffing di Amphenol Corporation, dalam sebuahwawancara menyatakan bahwa pendidikan Pascasarjana tidak akan serta merta menjamin kesuksesan seseorang.
“You should not assume that education will get you to where you want to go; what will get you there is you.” (Jangan pernah punya asumsi bahwa pendidikan akan membawamu mencapai impian. Yang membuatmu bisa mencapainya adalah kamu sendiri.)
Sebelum seseorang memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat Master, menurut Icampo, ada baiknya orang tersebut memiliki pengalaman kerja terlebih dahulu. Pengalaman kerja yang dibarengi dengan pendidikan akan membuat seseorang makin ahli di bidang yang ditekuninya.
Dalam wawancara yang sama, Icampo mengingatkan para calon pencari kerja yang berniat melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana untuk terus bertanya kepada diri mereka sendiri, dan tetap membekali diri dengan pengalaman kerja:
“Bayangkan hal apa yang ingin kamu lakukan setelah lulus. Kamu harus bisa membuktikan ke pasar persaingan pencari kerja bahwa kamu punya kelebihan yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Kamu tidak akan pernah tahu hal yang bisa kamu jual dalam dirimu kalau kamu tidak benar-benar mencarinya. Dan terkadang, satu-satunya cara untuk mencari dan menemukan itu adalah dengan bekerja”.
Yang terpenting kamu punya passion
Pendapat lain datang dari Hannes Vedin, konsultan HRD senior untuk Perusahaan Capgemini dari Swedia. Menurutnya, ada perbedaan mendasar dalam keahlian lulusan program Sarjana dan program Pascasarjana.
“Kebanyakan lulusan Master lebih dewasa dalam menghadapi dinamika di dunia kerja. Mereka juga lebih luwes menerjemahkan pengetahuan yang mereka miliki kedalam sebuah aksi nyata.
Punya gelar Master memang menguntungkan, tapi perusahaan juga tertarik untuk mendapatkan orang dengan passion yang kuat. Saat ada orang dengan ambisi dan passion yang sesuai dengan perusahaan, semangat yang dia miliki setara dengan gelar Master yang barangkali belum didapatnya”.
Dari pendapat praktisi diatas bisa disimpulkan bahwa meskipun pendidikan Pascasarjana bisa membawa keuntungan dalam proses mencapai karir impian, tapi dia bukanlah segalanya. Keahlian teknis dan passion yang kuatlah yang akan lebih menentukan kesuksesanmu.

S-2 Itu Sah-Sah Saja, Asal Bukan Ini Alasannya

Ingin tinggal diluar negeri bukan alasan yang tepat untuk S2
Ingin tinggal di luar negeri bukan alasan yang tepat untuk S-2 
Berkomitmen menempuh pendidikan pascasarjana tentunya butuh usaha ekstra. Tidak hanya komitmen finansial, kamu juga perlu menguatkan diri untuk menghadapi gempuran tugas yang pastinya lebih menantang dibandingkan tugas-tugas yang kamu hadapi di jenjang sarjana.
Sebelum membenamkan kaki di medan perjuangan mahasiswa pasca sarjana, coba yakinkan diri dulu: “Apakah kamu memang ingin belajar lagi?“. Keputusan untuk menempuh pendidikan lanjutan tentunya oke banget, selama alasannya bukan ini:
  1. Kamu hanya ingin menghindar dari kewajiban mandiri secara finansial
  2. Kamu ingin lepas dari persaingan pencarian kerja yang sangat ketat
  3. Sekolah pascasarjana hanya pelarian untuk keluar dari pekerjaanmu yang membosankan
  4. Sekolah lagi hanya jadi alat untuk mewujudkan impian tinggal di luar negeri (kamu bisa menabung dan traveling saja, tanpa harus investasi waktu dan pikiran bertahun-tahun)
  5. Kamu tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan hidupmu, sehingga mengambil keputusan untuk sekolah lagi
Kalau 5 alasan diatas adalah pendorong keinginanmu melanjutkan pendidikan, maka sebaiknya pikir-pikir lagi deh. Daripada membuang waktu untuk lari dari masalah dengan S-2, masih banyak kok cara lain yang lebih elegan untuk menghadapinya.

Kalau Habis Lulus Mau Langsung Kerja, Emangnya Bisa?

Memang bisa ya kerja tanpa pengalaman?
Memang bisa ya kerja tanpa pengalaman? 
Siapa bilang orang yang baru lulus kuliah tidak punya kesempatan untuk dapat pekerjaan? Walau hampir semua lowongan mensyaratkan sudah punya pengalaman kerja tetap ada cara kok untuk mengakalinya:
  • Mendaftarlah ke posisi Management Trainee (MT), di posisi ini kamu akan mendapatkan pelatihan langsung dari perusahaan untuk disiapkan menjadi calon manajer.
  • Jangan langsung patah arang saat ada lowongan yang mensyaratkan pengalaman kerja. Kalau kamu memang yakin bisa, daftar saja. Perusahaan akan tetap mempertimbangkan aplikan yang memang passionate.
Yakinkan perusahaan kalau kamu siap dilatih sesuai kebutuhan
Yakinkan perusahaan kalau kamu siap dilatih sesuai kebutuhan 
  • Yakinkan perusahaan bahwa kamu adalah pribadi yang siap latih. Walau kamu belum punya pengalaman kerja, tapi keinginan untuk berlatih bisa jadi kekuatanmu.
  • Kenali kemampuan dan aset yang kamu miliki. Jangan lupa juga untuk memanfaatkan semua koneksi yang sudah terjalin selama ini.
  • Cari tahu standar gaji di bidang pekerjaan yang kamu incar. Ini penting agar kamu tidak kaget dan punya pertimbangan rasional saat bernegosiasi soal gaji.
  • Lihat kesempatan karir yang ditawarkan oleh pekerjaanmu. Walau awalnya gajimu kecil, bukan berarti karirmu tidak akan berkembang kan?

Jadi gimana nih menurutmu? Lebih baik langsung kerja, atau lanjut S-2 dulu selepas lulus kuliah? Semua pilihan punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Akhirnya, semua keputusan kembali ke tanganmu. Semoga berhasil!

Sumber : http://www.hipwee.com/

Read More

Rabu, 16 Maret 2016

10 Tips Fresh & Semangat di Pagi Hari


Trustco Nusantara

Lembaga Training, Outbound Team Building, Paintball, Rafting, Archery Tag Semarang, Jawa Tengah. Telp. (024) 7691 7578 / HP. 085640-750440 Solikin / HP. 085640-398242 Suratman



Bangun pagi dengan mata bersinar dan penuh energi akan menolong Anda menghargai setiap hari.  


Bangun tidur bisa menjadi hal terberat di pagi hari, kecuali Anda termasuk orang yang memiliki kemampuan alami untuk melompat dari tempat tidur dengan penuh semangat, dan segera beraktifitas. Anda tentu ingin mewarnai hari-hari dengan penuh energi dan antusias bukan? Jika demikian, Anda boleh mencoba tips favorit untuk memulai hari di bawah ini.


Stretching
Meregangkan tubuh secara perlahan akan mengisi kembali energi Anda dengan lembut. Gerakan peregangan juga akan memfokuskan pikiran Anda, menyingkirkan “blank” yang sering dialami saat bangun pagi.
Olaraga
Memulai hari sangat bagus dengan melakukan sedikit latihan fisik untuk membuat darah Anda mengalir. Anda bisa bersepeda, push-up, melompat, atau apa saja, asalkan sebelumnya Anda melakukan pemanasan.
Hindari terlalu banyak kopi
Kafein memang ampuh untuk mendorong semangat di pagi hari, namun kalau terlalu banyak (lebih dari dua cangkir) akan menimbulkan masalah beberapa jam kemudian. Jika Anda sangat ingin menikmati kafein, cukup satu cangkir di pagi hari agar level energi Anda stabil.
Minum air
Saat tidur, tubuh menggunakan air sehingga simpanan air tubuh berkurang, Rehidrasi dengan beberapa gelas air putih akan menggerakkan tubuh, menstimulasi sistem syaraf dan kerja pencernaan. Jadi, minumlah begitu Anda bangun pagi, maka tubuh Anda akan lebih siap menghadapi tekanan sepanjang hari.
Waktu tidur yang konsisten
Sebaiknya Anda tidur dan bangun di jam-jam yang sama setiap hari. Tubuh sangat menyukai konsistensi. Konsisten dengan jadwal yang reguler setiap hari akan memudahkan tubuh terbangun di pagi hari sehingga Anda terhindar dari rasa kelelahan sepanjang hari.
Alarm yang lembut
Terbangun karena alarm yang berisik bisa sangat menjengkelkan—bahkan bisa berisiko serangan jantung. Pasanglah alarm dengan musik yang lembut dan menenangkan, atau Anda bisa gunakan radio alarm.
Buatlah ketenangan
Matikanlah komputer dan televisi satu jam sebelum Anda berangkat tidur. Sinar lampu yang terang bisa mendistraksi pikiran Anda, membuatnya sulit untuk tenang. Beda bila Anda mematikan alat-alat elektronik satu jam sebelum tidur, Anda akan lekas mengantuk dan terlelap sehingga tidur Anda lebih nyenyak. Ini akan membuat Anda lebih ingin bangun di pagi hari.
Mandi pagi
Percikan air yang segar akan memberikan dorongan bagi sistem syaraf tubuh dan menolong Anda merasa bersemangat.
Sarapan
Setelah semalaman berpuasa, tubuh memerlukan energi untuk bergerak. Siapkanlah sarapan yang sehat setiap pagi (bahkan meskipun itu hanya buah dan yogurt atau roti selai kacang). Sarapan sehat akan membuat Anda memulai hari dengan lebih semangat.
Bernafas dalam-dalam
Bangun lebih pagi, bagi sebagian orang adalah momen yang paling menggusarkan. Pikiran-pikiran tentang tugas hari ini, urusan bisnis, seolah langsung menyergap. Jadi, berilah diri Anda sejenak bernafas dalam-dalam, tenangkan tubuh dan pikiran.

sumber: www.shnews.co
Read More

Selasa, 15 Maret 2016

5 Alasan Kenapa Harus Menikah di Usia Muda


Menikah bagi umat Islam merupakan sebuah ibadah yang memiliki nilai yang tinggi, karena dalam pernikahan banyak sekali ibadah yang bisa dilakukan selain itu juga bisa menjadi jalan dakwah. Diawali dengan sebuah akad yang lebih dikenal dengan ijab dan kobul yang sakral.
“Wahai pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu maka hendaknya menikah, karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya.” (HR. Bukhari)
Dari sebuah hadist tersebut Rasulullah memerintahkan bagi umatnya yang telah siap menikah untuk bersegera dalam menikah. Mampu yang dimaksud dalam hadist tersebut yakni mampu secara fisik, mental, dan juga mampu juga secara finansial. Biasanya usia ideal untuk menikah adalah usia 18 sampai 25 tahun.
Menikah pada usia muda merupakan hal biasa bagi sebagian orang tetapi di kalangan orang tertentu menikah muda dianggap hal yang tabu. Ketika ada yang menikah pada usia muda banyak sekali kecurigaan dari masyarakat, biasanya akan muncul banyak pertanyaan:
“Kenapa minta nikah muda? jangan-jangan sudah….”
“Mau ngasih anak makan apa? masih kecil sudah minta nikah…”
“Belajar dulu, cari kerja dulu biar mapan baru menikah..”
Mungkin itulah beberapa pertanyaan atau berbagai alasan seputar menikah diusia muda. Sebelum memutuskan untuk menikah muda, sebaiknya simak dulu alasan kenapa harus menikah diusia muda.

Menjaga Diri Serta Menundukan Pandangan

Salah satu alasan kuat untuk menikah muda adalah semakin bebasnya pergaulan remaja masa kini dan semakin banyaknya wanita yang cara berpakaiannya tidak lagi sesuai dengan yang diajarkan agama. Sulit sekali untuk menahan pandangan di zaman sekarang, tentu hal ini akan berbahaya bagi kaum bujang. Pacaran dijadikan solusi yang diambil untuk meredam syahwatnya, sehingga hubungan tanpa komitmen ini menjadi lifestyle anak muda sekarang.
Hal inilah yang akan menjadi jalan bagi setan untuk menjerusmuskan manusia dalam jurang kenistaan, sehingga banyak sekali yang terjebak dalam perzinaan. Bagi seorang muslim tentu tidak menghendaki hal seperti itu bukan? Oleh karena menikah diusia muda merupakan salah satu usaha untuk melindungi serta menjaga diri dari berbagai godaan dan rayuan yang menjerumuskan ke dalam kenistaan.

Membantu Percepatan Kesuksesan Diusia Muda

Salah satu manfaat dari menikah adalah ditambahnya limpahan rezeki dari Allah. Hal itu bisa dilihat dari kebanyakan orang yang sukses dalam bidang-bidang tertentu telah menikah diusia dini. Ketika menikah maka motivasi serta dorongan untuk sukses akan meningkat, apalagi bila ada support dari pasangan tentu akan memudahkan dalam menggapai impian.
“Dan, kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan, Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui” (Q.S : An-nur : 23)
Masa muda yang memiliki semangat membara serta emosi yang meluap-luap akan lebih bisa dikontrol ketika sudah menikah. Apalgi bila telah dikaruniai seorang anak, akan menambah energi untuk bergerak menuju kesuksesan.

Lebih Bisa Menikmati “Bercinta”

Salah satu nikmat dari sebuah pernikahan adalah “bercinta” yang semula haram, tetapi setelah menikah dibolehkan bahkan dijadikan sebuah ibadah yang memiliki nilai pahala. Ketika menikah diusia mudah tentu akan lebih bisa menikmatinya karena masih ada gairah dan tenaga yang berlebih, akan jauh berbeda bila dilakukan diusia yang telah menua. Selain itu ketika usia muda wanita memiliki rahim lebih kuat dan subur, sehingga akan memperbesar kemungkinan untuk memiliki anak banyak.

Waktu dan Energi yang Berkualitas untuk Anak-anak

Salah satu tujuan dari pernikahan dalam Islam adalah untuk melahirkan generasi-generasi yang sholeh. Generasi yang baik tentu tidak harus bersekolah di tempat yang mahal berlabel internasional tetapi generasi yang sholeh dilahirkan dan dibesarkan dikeluarga yang harmonis dan memiliki waktu serta energi untuk mendidik dan membimbing anak-anaknya.
Dengan menikah diusia muda bisa memberikan waktu terbaik bagi anak-anak. Selain itu diusia muda masih bisa menimba banyak ilmu seperti tentang parenting serta berbagai ilmu tentang pendidikan anak.

Bisa Menikmati Masa Tua dengan Anak-anak yang Sudah Dewasa

Alasan terkahir dari kenapa harus menikah diusia muda adalah bisa menikmati waktu tua dengan anak-anak yang telah dewasa. Bayangkan bila menikah diusia 30-40 tahun ketika sudah memasuki usia lanjut masih harus bekerja keras untuk membiayai sekolah anak-anaknya. Oleh karena itu dengan menikah diusia muda akan memudahkan dalam membiayai kebutuhan anak-anak.
Ya, itulah 5 alasan kenapa harus menikah diusia muda, tetapi jangan sampai setelah membaca tulisan ini langsung tancap gas untuk menikah. Tetapi persiapkanlah terlebih dahulu ilmu serta kebutuhan pokok dalam membina sebuah rumah tangga. Persiapkanlah sedini mungkin segala kebutuhan yang berkaitan dengan pernikahan agar bisa menikah diusia muda.

Sumber : http://www.fimadani.com/
Read More

Senin, 07 Maret 2016

Membangun Motivasi, Optimisme, dan Etos Kerja

MEMBANGUN MOTIVASI, OPTIMISME, DAN ETOS KERJA

MENGAPA HARUS MEMBANGUN MOTIVASI, OPTIMISME, DAN ETOS KERJA?

membangun motivasi optimisme dan etos kerjaJika Anda ingin menjadi seorang karyawan yang sukses, tentu Anda harus Membangun Motivasi, Optimisme, dan Etos Kerja. Jika tidak melalui ini, mau apa lagi? Jika Anda mau berhasil dalam karir, Anda harus memiliki motivasi yang besar dalam bekerja, memiliki optimisme, dan memiliki etos kerja yang tinggi.

Motivasi Yang Tinggi

Motivasi ibarat energi, dengan motivasi produktivitas Anda akan tinggi sehingga memberikan kontribusi yang besar bagi perusahaan. Dan, perusahaan tentu akan senang dengan karyawan yang memberikan kontribusi tinggi bagi karyawannya. Ini sangat masuk logika, Anda memberi Anda pun akan menerima.
Anda harus yakin ini. Saat Anda memberi namun tidak menerima, hanyalah sebuah kasus yang harus Anda selesaikan, bukan berarti kehilangan motivasi sehingga berhenti berkontribusi. Anda harus tetap semangat, masalah yang ada selesaikan. Mengapa kontribusi Anda tidak terlihat atau tidak diakui oleh perusahaan? Cari penyebabnya dan selesaikan.
Secara umum, perusahaan atau atasan akan melihat kontribusi Anda. Maka tingkatkan dan pertahankan motivasi Anda dalam bekerja, jangan pernah luntur jika Anda ingin berhasil.

Optimisme Bagi Karyawan

Siapa pun tidak suka dengan orang yang pesimis kecuali sesama pesimis. Seorang Steve Jobs dengan mudah memecat seorang karyawan terbaik dia karena karyawan tersebut terus-menerus berbicara pesimis. Pesimis, bukan hanya akan memberikan dampak nagatif pada diri sendiri, juga menular kepada orang lain.
Jangan pesimis, tetaplah optimis. Optimislah bahwa apa yang Anda lakukan akan memberikan manfaat bagi karir Anda. Anda memberikan kontribusi kepada perusahaan, maka Anda harus optimis bahwa karir Anda akan lebih baik.
Tidak, tidak selamanya Anda akan mendapatkan karir lebih baik dari perusahaan yang sama, artinya meski Anda memberikan kontribusi kepada perusahaan Anda, mungkin saja Anda mendapatkan karir yang lebih baik dari perusahaan B.
Saya punya seorang teman, dulu sewaktu masih bekerja. Saya banyak belajar kepada dia, sebab kerja dia memang hebat. produktif dan cerdas. Tiba-tiba dia pamit, katanya mau pindah bekerja ke perusahaan lain. Entah bagaimana caranya, ada perusahaan lain yang menawarkan karir lebih baik dari perusahaan tempat dimana kami bekerja.
Yakinlah, optimislah bahwa Anda akan pendapatkan karir yang lebih baik. Tugas Anda saat ini adalah memberikan kontribusi terbaik dimana pun Anda bekerja dengan motivasi yang tinggi.

Etos Kerja Bagi Seorang Muslim

Menurut Toto Tasmara, (2002) Etos kerja adalah totalitas kepribadian dirinya serta caranya mengekspresikan, memandang, meyakini dan memberikan makna ada sesuatu, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal sehingga pola hubungan antara manusia dengan dirinya dan antara manusia dengan makhluk lainnya dapat terjalin dengan baik.
Bagi seorang Muslim, yang faham benar dengan misi hidupnya, dia akan memiliki etos kerja yang tinggi. Bekerja adalah ibadah. Jika kerja adalah bagian dari ibadah, artinya untuk Allah, mana mungkin dia bekerja asal-asalan.
Yah, tentu saja. Pada kenyataannya, jangan bekerja, shalat pun masih banyak yang asal-asalan. Itu bagi mereka yang belum benar-benar menjalankan agamanya. Namun, bagi seorang Muslim, yang sedang berusaha menjalankan ajaran agamanya, tentu dia akan shalat dengan khusu’ dan bekerja dengan etos kerja yang tinggi.
Sekali lagi, perusahaan atau atasan Anda akan selalu mencari karyawan dengan etos kerja yang tinggi. Artinya jika Anda ingin mengembangkan karir, maka miliki etos kerja yang tinggi. Tidak bisa tidak. Jangan berharap mendapatkan karir lebih baik jika etos kerja Anda masih rendah.
Jadi, bagi seorang Muslim yang ingin sukses dalam karir, Anda harus terus menerus membangun motivasi, membangun optimisme, dan memiliki etos kerja yang tinggi. Biarlah orang lain tidak, justru itu peluang bagi Anda untuk menunjukan kualitas diri Anda sebagai seorang karyawan yang patut dipilih, seorang karyawan juara.

LMT TRUSTCO NUSANTARA
NPWP: 72.964.613.3.503.000

Office
Gg. Salak , Muntal, Gunungpati
Kota Semarang
Telp. (024) 76917578

Mobile

HP. 085640750440 Solikin (im3)
HP. 085200388140 Solikin (As)
HP. 085640398242 Suratman (im3)

Email
trustco_jateng@yahoo.com
Read More

Pakar komputer termuda d dunia

Trustco nusantara, lembaga pelatihan dan pengembangan SDM, Outbound dan motivasi semarang, solo, purwokerto, magelang. www.trustcojateng.com, www.trainingsdm.co.id tlp. 024 76917578, 085640750440
Dunia teknologi dunia baru saja digegerkan oleh kemunculan seorang bocah Inggris bernama Ayan Qureshi. Ia dinobatkan sebagai pakar komputer termuda di dunia.

Kehidupan Ayan Qureshi mulai disorot oleh seluruh dunia, terutama di dunia teknologi. Ia menjadi pakar yang lulus tes uji Microsoft termuda. Bayangkan saja, persaingan ketat untuk lulus tes uji sebagai pakar teknisi berlisensi di perusahaan IT raksasa itu dapat ditembus oleh seorang bocah berumur 5 tahun!

Ayan, yang kini berusia 6 tahun, memang sudah mengenal dunia komputer karena ayahnya adalah seorang teknisi komputer. Setiap hari Ayan menghabiskan waktu 2 jam untuk ‘bermain’ dengan perangkat-perangkat komputer yang ada di rumah.

“Awalnya, saya khawatir akan memberikan pengaruh negatif kepada Ayan yang masih kecil. Tapi, Ayan mampu mengubah keahliannya menjadi sebuah peluang. Staf Microsoft sangat khawatir ketika saya membawa Ayan untuk mengikuti tes tersebut, karena usianya masih sangat muda. Tapi saya yakin bahwa Ayan mampu,” ujar Asim, ayah Ayan yang juga seorang konsultan IT.

Kini, Ayan sudah memiliki lisensi untuk menjadi pakar teknisi Microsoft. Bahkan ia telah memiliki sebuah laboratorium pribadi di rumahnya yang berisi jaringan komputer buatannya sendiri.
Read More