Tampilkan postingan dengan label Manfaat Outbound. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manfaat Outbound. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juli 2016

Kebiasaan Buruk Yang Merusak Otak

10 kebiasaan buruk yg merusak otak

1. Tidak Mau Sarapan
Banyak orang yang menyepelekan sarapan. Padahal tidak mengkonsumsi apapun di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak. Sarapan yang terbaik di pagi hari bukanlah makanan berat seperti nasi goreng spesial, tetapi cukup air putih dan segelas jus buah segar. Ringkas dan berguna untuk tubuh!

2. Kebanyakan Makan.
Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang biasanya menuntun orang pada menurunnya kekuatan mental. Jadi makanlah dalam porsi yang normal. Biasakan menahan diri dengan cara berhenti makan sebelum Anda kekenyangan.

3. Merokok
Jika rokok memiliki segudang efek buruk, semua orang pasti sudah tahu. Dan ada satu lagi efek buruk rokok yang terungkap di sini. Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak! Bayangkan, otak manusia lama kelamaan bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya karena rajin menghisap benda berasap itu. Tak ayal di waktu tua bahkan pada saat masih muda sekalipun, kita rawan alzheimer (alzheimer adalah penyakit pikun).

4. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Gula
Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu. Karena itu, kurangi konsumsi makanan manis favorit Anda 

5. Polusi Udara
Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien.

6. Kurang Tidur
Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak menjadi mati kelelahan. Tapi jangan juga kebanyakan tidur karena bisa membuat Anda menjadi pemalas yang lamban. Sebaiknya tidur 6-8 jam sehari agar sehat dan bugar.

7. Menutup Kepala Ketika Sedang Tidur
Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama
kelamaan otak menjadi rusak.

8. Berpikir Terlalu Keras Ketika Sedang Sakit
Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak. Sudah tahu sedang tidak sehat, sebaiknya istirahat total dan jangan forsir otak Anda.

9. Kurangnya Stimulasi Otak
Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir akan membuat otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal. Rajin membaca, mendengar musik dan bermain (catur, scrabble, dll) membuat otak Anda terbiasa berpikir aktif dan kreatif.

10. Jarang Bicara
Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak. Jadi jangan terlalu bangga menjadi pendiam. Obrolan yang bermutu sangat baik untuk kesehatan Anda.

source: http://www.gsn-soeki.com/wouw/a001097.php
Read More

Senin, 09 Mei 2016

Teknik Mendasar Mendayung Untuk Rafting

Telp. (024) 7691 7578 / HP. 085640-750440 Solikin / HP. 085640-398242 Suratman
 
 
Arung Jeram merupakan olahraga yang dilakukan di sungai dengan arus yang deras dan berjeram yang dilakukan dengan menggunakan perahu karet.Bahkan lebih dianjurkan sebelum melakukan olahraga air tersebut, dilakukan breafing atau pengarahan oleh skipper secara jelas kepada peserta karena olahraga air yang akan dilakukan ini merupakan olahraga air yang terlihat sekilas mudah untuk dilakukan, namun kenyataannya ada beberapa trik mendayung yang perlu peserta perhatikan. 

Dayung Maju (Forward Stroke)
Dengan mengayun atau mendorong dayung ke depan, kemudian memasukkan blade ke air hingga ½ dari blade masuk, kemudian tarik ke belakang.

Dayung Mundur (Backward Stroke)
Kegunaanya untuk menurunkan kecepatan perahu atau menggerakkan perahu ke belakang. Dengan cara kebalikan dari dayung maju. Celupkan bilah dayung ke dalam air hingga jauh ke belakang tubuh kemudian dorong ke depan sambil menarik pegangan dan gerakan ini berakhir katika dayung berada pada posisi awal dayung maju.

Dayung Tarik (Draw Stroke)
Merupakan gerakan yang sering dipakai oleh pemandu arung jeram untuk menghindari tabrakan antara bagian belakang perahu dengan batu atau rintangan dengan menggeser perahu mendekati posisi yang diinginkan. Caranya menancapkan dayung jauh ke samping dan menariknya ke arah perahu.

Dayung Tolak (Pry Stroke)
Gunanya untuk membantu melengkapi dayung tarik untuk mengendalikan perahu keposisi yang diinginkan. Caranya yaitu kebalikan dari dayung balik, dengan memasukkan dayung ke dalam air dari dekat perahu dan menolaknya jauh ke samping perahu.

Dayung Pancung ( Cross-Brow Draw)
Dayungan yang biasa digunakan oleh para pendayung depan apabila ingin menggeser perahu ke samping. Caranya yaitu pendayung depan melakukan dayung tarik dari sisi depan perahu memotong moncong perahu.
Sumber : kaliwaturafting.blogspot.co.id


Untuk mendapatkan informasi produk-produk training  kami
Gg. Salak , Muntal, Gunungpati
Kota Semarang, Jawa Tengah
Telp. (024) 7691 7578
HP. 085640-750440 Solikin
HP. 085640-398242 Suratman
Read More

Kamis, 07 April 2016

Tips Persiapan Outbound

Telp. (024) 7691 7578 / HP. 085640-750440 Solikin / HP. 085640-398242 Suratman
 
Ada beberapa tips penting sebelum Anda melakukan kegiatan Outbound:

1. Peserta Outbound

Apakah peserta anda anak Sekolah Dasar? pelajar atau mahasiswa? karyawan pabrik? organisasi atau klub? .. Berapa rentang usia peserta anda? ..Apakah jabatan atau posisi peserta yang akan mengikuti program outbound ini?

Mengapa profile peserta menjadi penting? karena latar belakang mempengaruhi watak dan perilaku peserta, dan hal ini tidak bisa diabaikan oleh penyedia jasa pelatihan outbound.

2. Tempat Outbound

Sebelumnya, anda pun harus menentukan kira kira dimana tempat yang akan anda gunakan untuk Lokasi outbound ini, apakah di alam bebas seperti di pegunungan, di tepi pantai, atau cukup di halaman yang luas seperti di kebun?

Sejatinya, Lokasi outbound dilaksanakan di tempat yang memiliki akses ke alam terbuka atau minimal di lokasi yang memiliki area yang luas untuk beraktifitas bebas.

3. Tema Outbound

Bila anda ingin pelatihan outbound training ini sukses, maka anda harus mengetahui tujuan yang ingin diraih oleh tim anda dalam pelaksanaan outbound, penyedia jasa outbound training TIDAK MENGETAHUI apa yang ingin anda capai, andalah yang harus merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam kelompok atau organisasi anda.

Namun demikian tersedia tema tema umum (Game outbound) yang selalu menjadi isu hangat dalam organisasi atau kelompok, biasanya penyedia jasa outbound sudah memahami hal ini mulai dari A sampai Z , terkadang penyedia jasa outbound yang kreatif selalu menyisipkan isu atau hal baru ke dalam training yang mereka selenggarakan sehingga program outbound training ini terasa baru dan selalu menyenangkan ..

4. Jasa Outbound

Nah, penyedia jasa outbound Operator ini sangat berperan dalam sebuah pelatihan. Boleh dikata, anda TIDAK MELAKUKAN OUTBOUND TRAINING bila anda hanya datang ke suatu tempat yang menyediakan fasilitas outbound seperti paint ball, flying fox, spider web dan lain-lain ,namun anda tidak di dampingi atau dipandu oleh instruktur ahli yang memiliki pengetahuan yang mumpuni di bidang pengembangan sumber daya manusia.

Semua orang bisa menjadi instruktur outbound, apalagi yang berlatar belakang pencinta alam. namun, itu saja tidak cukup. perlu ada ilmu pengetahuan, wawasan dan pengalaman yang mendalam mengenai aspek organisasi dan manajemen, ekonomi, sekaligus psikologi dan hal ini tidak akan anda dapatkan bila anda hanya membeli tiket masuk lalu sekedar bermain-main di alam terbuka saja.

Kesalahpahaman ini yang seringkali muncul dan mengaburkan definisi pelatihan outbound. Kita, sebagai masyarakat awam, juga menjadi buruk sangka dengan penyedia pelatihan outbound yang menyelenggarakan paket outbound dengan biaya yang (terkesan) mahal ..padahal, bila kita paham, tentunya harga yang ditawarkan sangat sepadan dengan pelatihan outbound training dan hasil yang dilaksanakan.

Sumber


Untuk mendapatkan informasi produk-produk training  kami
Gg. Salak , Muntal, Gunungpati
Kota Semarang, Jawa Tengah
Telp. (024) 7691 7578
HP. 085640-750440 Solikin
HP. 085640-398242 Suratman
Read More

Selasa, 05 April 2016

Manfaat Olahraga Paintball

Telp. (024) 7691 7578 / HP. 085640-750440 Solikin / HP. 085640-398242 Suratman
 
Manfaat olahraga paintball, adalah meningkatkan kerjasama team, penambah semangat, pereda stress,Mengembangkan kemampuan kepemimpinan, Menyiapkan pemimpin dalam menyusun gagasan, Melatih membuat strategi untuk mencapai tujuan tim, Mengkomunikasikan strategi kepada tim, Menggerakkan seluruh anggota tim kepada tujuan bersama, Meningkatkan kemampuan membuat perencanaan, Menganalisa kondidi lingkungan atau medan kerja, Membangun kedisiplinan, keberanian atau teamwork.


Bermain olahraga paintball tidak hanya menyenangkan tapi juga memiliki banyak manfaat lainnya, seperti :
– Mengembangkan kemampuan kepemimpinan
– Menyiapkan pemimpin dalam menyusun gagasan
– Melatih membuat strategi untuk mencapai tujuan tim
– Mengkomunikasikan strategi kepada tim
– Menggerakkan seluruh anggota tim kepada tujuan bersama
– Meningkatkan kemampuan membuat perencanaan
– Menganalisa kondidi lingkungan atau medan kerja
– Membangun kedisiplinan, keberanian atau teamwork

Sumber : latansaoutbound.com


Untuk mendapatkan informasi produk-produk training  kami
Gg. Salak , Muntal, Gunungpati
Kota Semarang, Jawa Tengah
Telp. (024) 7691 7578
HP. 085640-750440 Solikin
HP. 085640-398242 Suratman
Read More

Rabu, 30 Maret 2016

Jenis, Tujuan, dan Manfaat Outbound

Outbound adalah suatu bentuk dari pembelajaran segala ilmu terapan yang dilakukan di alam terbuka atau tertutup dengan bentuk permainan yang efektif, yang menggabungkan antara intelegensia, fisik dan mental.
Outbound bukan hanya bermakna kegiatan yang menggunakan sarana diluar ruang, melainkan juga bermakna out of bounderise“Keluar dari bingkai/frame kebiasaan”,  dimana peserta diajak untuk berpikir di luar kebiasaan dan membuat terobosan-terobosan baru.
Sehubungan dengan semakin pesat dan berkembangnya persaingan bisnis di dalam dan di luar negeri menyebabkan persaingan global menjadi lebih ketat sehingga banyak para pelaku bisnis perusahaan merasa perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi karyawannya. Dengan metode pembelajaran eksperiensial atau lebih dikenal dengan “learning by doing”, peserta akan dihadapkan dengan keadaan yang nantinya dapat diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, dan juga membuat pemahaman terhadap suatu permasalahan akan semakin tinggi sehingga implementasinya juga semakin mudah.
Macam-macam outbound
Berdasarkan usia peserta outbound:
  1. Outbound Anak/Kids
Outbound anak adalah suatu kegiatan outbound yang dilakukan oleh anak-anak yang berumur berkisar antara umur 5 tahun keatas sampai umur  15 tahun. Biasanya outbound anak  bertujuan mengembangkan kepercayaan diri , keberanian dan daya kreatifitas.
  1. Outbound Dewasa/Adult
Outbound dewasa adalah suatu kegiatan outbound yang di lakukan oleh orang yang berumur lebih dari tujuh belas tahun keatas. Outbound dewasa memiliki beragam permainan yang memacu jantung atau andrenalin seperti  arum jeram, art rope dan lain lain.
Berdasarkan jenis game outbound:
  1. Outbound Soft Skill
Outbound soft skill adalah kegiatan outbound yang dilakukan untuk pengembangan personal dan interpersonal, biasanya berupa kemampuan (bakat)atau keterampilan. Permainan outbound soft skill  ini dirancang sedimikian rupa sehingga tidak memerlukan fisik yang berlebih untuk melakukannya.
  1. Outbound Hard Skill
Outbound hard skill adalah kegiatan outbound yang dilakukan untuk ketrampilan teknis atau penguasaan bidang seseorang sehingga mudah dilakukan dan diterapkan. Biasanya outbound jenis ini di fokuskan untuk ketrampilan seseorang sehingga diperlukan kecepatan dan ketepatan.
Berdasarkan permainan outbound populer:
  1. Outbound Training
  2. Arum jeram (rafting)
  3. Paint Ball (war game)
  4. High Rope activity seperti Flying Fox
  5. Fun Outing
  6. Family Gathering
  7. Camping
Tujuan outbound:
  1. Team building. Bentuk dari peningkatan hubungan kerjasama, solid, sinergi  dan  kekompakan tim atau kelompok.
  1. Team work. Suatu bentuk kerjasama tim untuk mencapai tujuan bersama
  1. Komunikasi. Suatu proses dan tata cara menyampaikan informasi yang tepat kepada seseorang maupun kelompok.
  1. Leadership. Kekuatan proses dalam mempengaruhi seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan yang di inginkan.
  1. Konsentrasi. Proses peningkatan daya fokus dan daya ingat pikiran seseorang terhadap sesuatu.
  1. Kreatifvitas. Suatu proses peningkatan suatu daya cipta atau ide baru untuk dikembangkan.
  1. Strategi Planning. Suatu perencanaan dari segi manajemen untuk mencapai sasaran atau tujuan.
  1. Analisis. Kemampuan untuk menelaah dan menyelidiki sesuatu sehingga mudah dipahami dan dipecahakan.
  1. Confidence. Peningkatan percaya diri terhadap kemampuan yang dimilikinya.
Manfaat outbound:
  1. Menjalin Silahturohmi
  2. Melepas penat atau kejenuhan rutinitas
  3. Mendapatkan ilmu materi yang disisipkan dalam permainan outbound
  4. Lebih mengenal lingkungan
  5. Membangun percaya diri
  6. Menganalisa kemampuan seseorang untuk keperluan manajemen
Read More

Senin, 28 Maret 2016

Outbound itu, Beda!!

Tentu saja outbound training berbeda dengan kegiatan-kegiatan atau permainan lainnya yang biasa kita temukan. Kegiatan dalam outbound training tidak hanya sekedar permainan yang jenaka dan menyenangkan, tetapi sebuah kegiatan yang dikemas dengan konsep-konsep tertentu. Permainan yang ada didalamnya dapat memberikan manfaat-manfaat tertentu, terkait dengan target atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai seperti rencana sebelumnya.
Mungkin itulah jawaban yang dapat dengan gamblang dikemukakan ketika ada sesorang yang bertanya kepada kita mengenai apa dan bagaimana permainan dalam outbound training. Kegiatan dalam outbound training bukanlah permainan yang dilakukan secara sembarangan tanpa memperhatikan konsep yang jelas. Kegiatan itu merupakan sebuah permainan yang memang betul-betul telah dipilih secara pasti dan sengaja dengan harapan tertentu. Oleh sebab itu, adanya anggapan bahwa permainan dalam outbound training hanya sekedar permainan belaka itu sama sekali keliru.
Mengutip dari pendapat Boyyet and Boyyet, Jamaluddin Ancok dalam bukunya Outbound Management Training menyebutkan bahwa ada 4 (empat) metodologi dalam outbound training. Keempat metodologi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pembentukan Pengalaman (Experience)
Pada tahapan ini, peserta dilibatkan dalam suatu kegiatan atau permainan bersama dengan orang lain. Kegiatan/permainan ini adalah salah satu bentuk pemberian pengalaman secara langsung kepada para peserta pelatihan. Pengalaman langsung tersebut akan dijadikan wahana untuk menimbulkan pengalaman intelektual, pengalaman emosional, dan pengalaman emosional, dan pengalaman yang berisfat fiskal. Dengan adanya pengalaman tersebut setiap peserta siap untuk memasuki tahapan kegiatan berikutnya yang disebut dengan tahap pencarian makna (debriering).
Agar pengalaman yang ditimbulkan dalam proses pelatihan sesuai dengan kebutuhan, diperlukan adanya penelitian pendahuluan tentang kebutuhan pelatihan (training need assessment).

2. Perenungan Pengalaman (Reflect)
Kegiatan refleksi bertujuan untuk memproses pengalaman yang diperoleh dari kegiatan yang telah dilakukan. Dalam tahap ini setiap peserta melakukan refleksi tentang pengalaman pribadi yang dirasakan saat kegiatan berlangsung, baik secara intelektual, emosional dan fiskal. Dalam tahapan ini, fasilitator berusaha untuk merangsang para peserta untuk menyampaikan pengalaman pribadi masing-masing setelah terlibat didalam kegiatan tahapan pertama.

3. Pembentukan konsep (Form Concept)
Pada tahapan ini, para peserta mencari makna dari pengalaman intelektual, emosional, dan fiskal yang diperoleh dari keterlibatannya dalam kegiatan. Pengalaman apakah yang ditangkap dari suatu permainan? Apa arti permainan tersebut bagi kehidupan pribadi maupun dalam berhubungan dengan orang lain? Tahapan ini dilakukan sebagai tahap refleksi dengan menanyakan kepada peserta hubungan antara kegiatan yang dilakukan dan menejemen sesungguhnya. Salah satu contoh pertanyaan dalam tahapan  ini misalnya, "Kalau dikaitkan dengan situasi kerja yang sesungguhnya di tempat kerja (kantor), perilaku yang anda alami tadi menggambarkan situasi kerja yang bagaimana?"

4. Pengujian Konsep (Test Concept)
Pada tahap ini peserta diajak untuk merenungkan dan mendiskusikan sejauh mana konsep yang sudah terbentuk di dalam tahapan ketiga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat, maupun bekerja di kantor, atau dimana saja.


TRUSTCO NUSANTARA

Kantor:

Gg. Salak, Muntal, Gunungpati, Semarang
Telp. (024) 7691 7578


Solikin: 085640750440
Read More

Siapa yang Membutuhkan Outbound Training?

Telp. (024) 7691 7578 / HP. 085640-750440 Solikin / HP. 085640-398242 Suratman
 
Outbound Training tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa saat setelah ospek, namun juga para karyawan, atau organisasi tertentu. Outbound training ini dilakukan untuk membangun kerja sama tim yang baik, dikemas dalam permainan edukatif yang menyenangkan, pelatihan untuk bisa bekerjasama dalam tim akan sangat menyenangkan. Untuk mahasiswa, outbound ini sering dilakukan untuk mengenalkan dan mempererat hubungan antara sesame teman baru dan kakak angkatan.

Biasanya outbound untuk mahasiswa dirancang oleh panitia penerimaan mahasiswa baru. Outbound training untuk mahasiswa tidak hanya dilakukan saat setelah ospek, biasanya saat libur panjang para mahasiswa juga mengadakan acara ini sembari menikmati alam pedesaan yang asri, karena biasanya outbound training ini dilakukan di area pedesaan yang masih ada gunung dan sungai yang bersih.

Karyawan Membutuhkan Outbound Training

Jika anda adalah seorang pemimpin di salah satu perusahaan, sebaiknya jangan terus membebani karyawan anda dengan segudang pekerjaan kantor, mereka bisa saja merasa jenuh dengan rutinitas sehari-hari. Outbound Training bisa menjadi solusi terbaik untuk mereka, selain bisa menikmati liburan, mereka juga belajar bagaimana bekerjasama dalam tim dan bagaimana memecahkan masalah. Jika anda tidak ingin ambil pusing bagaimana mengatur acara outbound training, banyak sekali perusahaan yang menawarkan jasa ini, bahkan mereka memiliki program-program yang bisa anda pilih sesuai dengan kebutuhan anda. Bahkan mereka memiliki program peningkatan sumberdaya manusia, ini akan sangat baik bagi perusahaan anda. Masalah lokasi, jangan khawatir, anda bisa memilih lokasi yang tidak jauh dari kantor. Banyak sekali lokasi yang ditawarkan. Jika anda merasa karyawan anda kurang bisa bekerja dalam kelompok, outbound training ini mungkin langkah tepat yang harus anda tempuh.

Outbound Training untuk mahasiswa

Mahasiswa yang tergabung dalam himpunan atau organisasi tertentu biasanya membutuhkan outbound training untuk membangun kerjasama dan kepemimpinan dalam kelompok. Selain itu, acara ini juga bisa mempererat hubungan antar mahasiswa. Outbound training untuk mahasiswa biasanya lebih mengarah kepada permainan yang menyenangkan dan menantang. Selain membentuk karakter, permainan biasanya dirancang agar menjadi ingatan indah bersama kawan-kawan. Untuk mahasiswa, biasanya acara ini dirancang oleh mahasiswa itu sendiri, menelusuri jalan setapak dan sungai yang deras adalah hal yang sangat seru. Biasanya mereka disuguhkan dengan teka-teki atau pertanyaan tim. Outbound training adalah hal yang sangat menyenangkan bagi mahasiswa dan siapapun yang pernah melakukannya. Mendapatkan banyak pengalaman dan berjalan di pedesaan yang asri adalah kenangan yang tak mudah terlupakan.
Sumber


Untuk mendapatkan informasi produk-produk training  kami
Gg. Salak , Muntal, Gunungpati
Kota Semarang, Jawa Tengah
Telp. (024) 7691 7578
HP. 085640-750440 Solikin
HP. 085640-398242 Suratman
Read More