Tampilkan postingan dengan label lokasi outbound. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lokasi outbound. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 November 2015

7 Tips Aman Arung Jeram

Trustco Jateng  -  Lembaga Training Jawa Tengah Telp. (024) 7691 7578 / HP. 085640-750440 Solikin / HP. 085640-398242 Suratman

Saat musim hujan seperti saat ini, olahraga arung jeram memang asyik mengingat air sungai pasti sedang deras-derasnya. Agar aman dan sukses menaklukkan jeram, coba ikuti 7 tips ini.

Prosedur standar keamanan memang sudah menjadi hal wajib bagi para penggiat usaha wisata dan olahraga arung jeram. Namun bukan berarti wisatawan bisa berpegangan pada hal tersebut sepenuhnya. Banyak hal lain yang juga wajib menjadi perhatian Anda sebelum berarung jeram.

Pada dasarnya, arung jeram memang olahraga yang menyenangkan. Wisatawan bisa menguji adrenalin dalam mengalahkan jeram-jeram sungai sambil menikmati pemandangan yang ada. Demi kelancaran berarung jeram, coba ikuti 7 tips ini:

1. Tentukan destinasi sungai

Ingat, tidak semua sungai bisa dijadikan lokasi arung jeram. Ada sungai yang memiliki grade atau tingkat jeram yang mudah, sulit, bahkan ada yang sangat berbahaya untuk rafter profesional sekalipun. Ukur juga kemampuan dan pengalaman Anda. Jika Anda masih pemula silakan pilih sungai yang memiliki grade rendah atau medium.

Untuk Anda yang mau arung jeram dengan grade 1-2 coba datang ke Sungai Elo, Magelang, Jawa Tengah. Untuk grade 2-3 ada di Sungai Progo Atas dan Sungai Serayu yang sama-sama berada di Jawa Tengah. Ada juga sungai yang tidak jauh dengan Jakarta, yaitu Sungai Citarik, Citarum, dan Citatih di Jawa Barat. Untuk Anda yang sudah profesional, coba juga Sungai Progo Bawah di Jawa Tengah.

2. Perhatikan Cuaca

Jika Anda ingin berarung jeram pilihlah cuaca yang pas. Musim hujan ataupun kemarau sebenarnya bisa saja. Tinggal kita lihat karakteristik sungainya. Ada sungai yang ketika musim penghujan dia bisa mencapai grade 3 atau medium, bahkan bisa hingga melonjak menjadi grade 5.

Ada juga sungai yang ketika musim penghujan masih stabil di level 2-3, jadi masih tetap aman. Namun ada pula yang ketika musim kemarau sungainya jadi kering atau alirannya sangat kecil sehingga tidak bisa dilalui.

3. Carilah informasi dari sumber yang terpercaya

Jika Anda akan melakukan pengarungan, silakan menghubungi operator di sungai tersebut untuk mencari informasi tentang karakteristik sungai. Langkah ini bisa juga untuk penyesuaian jadwal pengarungan. Hal ini juga berlaku bagi Anda yang aktif di organisasi pecinta alam atau penggiat alam bebas.

Minimal untuk memeberitahu kepada operator yang lebih berpengalaman dan tahu kondisi medan. Agar Anda juga bisa mendapatkan informasi teraktual tentang kondisi sungai saat ini.

4. Patuhi peraturan dari pemandu

Sebelum melakukan pengarungan, pemandu pasti akan memberikan safety talk ataupun briefing kepada setiap calon rafter. Mereka akan menjelaskan tentang alat-alat yang akan digunakan untuk pengarungan dan bagimana menggunakannya. Selain itu, ada juga larangan-larangan yang bisa menyebabkan kecelakaan saat pengarungan. Ikuti perintah pemandu dan jangan ngeyel.

Kadang operator juga berhak menghentikan atau memindahkan jalur pengarungan karena memperhitungkan kondisi alam yang tidak memungkinkan. Jangan bersikeras untuk tetap memilih jalur yang sudah direncanakan dengan berdalih 'tantangan' atau 'kami bukan penakut'. Ini bukan masalah siapa yang takut, tapi masalah keselamatan pemandu yang memegang tanggung jawabnya.

5. Jangan takut secara berlebihan

Rasa takut ketika sedang berarung jeram kadang malah bisa menjadikan pemicu terjadinya kecelakaan. Semisal karena saking takutnya, ketika pemandu menginstruksikan untuk mendayung, Anda justru menhentikan dayungan dan malah berpegangan tali pada perahu.

Akibatnya perahu tidak memiliki tambahan daya dorong dan ketika terkena jeram yang besar bisa mengakibatkan perahu terbalik atau tersangkut di batu. Percayakan pada pemandu akan keselamatan Anda dengan mematuhi aba-aba darinya.

6. Jangan merasa paling berpengalaman

Hal ini biasa terjadi pada sekelompok rombongan. Apalagi jika dalam satu perahu ada satu orang yang pernah melakukan pengarungan. Kadang dia malah memberi instruksi yang berlawanan dengan pemandu. Akibatnya sekenario untuk melewati jeram yang sudah direncanakan oleh pemandu bisa gagal dan bahkan bisa mengakibatkan hal yang fatal.

Sebagai catatan ketika Anda sudah berada di perahu, hanya ada satu komando yang harus dipatuhi, yaitu dari pemandu atau river guide. Mereka sudah dilatih dan berpengalaman untuk mengatur dan membuat sekenario melintasi jeram supaya tetap aman dan menyenangkan.

7. Berdoa sebelum pengarungan

Keberuntungan memang melebihi segalanya. Setelah semua prosedur keselamatan sudah kita jalankan dan teknik yang dilakukan sudah benar, terkadang kita masih menemui masalah dalam pengarungan. Maka supaya keberuntungan itu selalu berpihak kepada Anda alangkah baikanya sebelum pengarungan dimulai berdoalah kepada Tuhan. Sebab tanpa restu dari-Nya, usaha Anda menaklukkan jeram akan sia-sia.
Sumber : detik.com


Untuk mendapatkan informasi produk-produk training  kami
Gg. Salak , Muntal, Gunungpati
Kota Semarang, Jawa Tengah
Telp. (024) 7691 7578
Hubungi HP. 085640-750440 Solikin
HP. 085640-398242 Suratman
Read More

Senin, 09 November 2015

Sakitmu adalah jalan kesuksesanmu....

Trustco Jateng  -  Lembaga Training Jawa Tengah Telp. (024) 7691 7578 / HP. 085640-750440 Solikin / HP. 085640-398242 Suratman
Saya pernah punya personal trainer saat ikut fitness. Setiap saya fitnes ia mendampingi saya selama kurang lebih satu jam. Pesan yang masih saya ingat adalah, “Apabila bapak ingin badannya terbentuk dan tampak kuat, bapak harus merasakan rasa sakit saat latihan. Berani mengangkat beban yang lebih berat dari biasanya. Berani berlari lebih cepat dari sebelumnya.”
Ternyata, kesedian merasakan rasa sakit bukan hanya untuk olah raga atau fitness. Di dalam kehidupan, kita pun perlu merasakan rasa sakit apabila ingin terus tumbuh berkembang. Merasa sakit dan lelah karena harus melakukan sesuatu yang baru, sesuatu yang tidak disukai, sesuatu yang rumit, sesuatu yang awalnya dihindari. Rasa sakit karena mendapat komplain dari pelanggan, mitra kerja, karyawan, atasan, bawahan dan stakeholder lainnya. Rasa sakit karena tidak semua hal yang kita inginkan, berjalan sesuai harapan. Rasa sakit karena ternyata ada anggota tim kita yang sulit diajak berlari dan bertumbuh.
Begitu pula dalam kehidupan rumah tangga. Terkadang kita perlu merasakan rasa sakit agar kehidupan keluarga tidak monoton. Rasa sakit itu bisa berupa berbeda pendapat dengan pasangan dan angoota keluarga, komunikasi yang sering tidak nyambung dan hal-hal lain yang mengganggu kemapanan.
Apabila rasa sakit datang, segera hadapi dan tuntaskan. Anggap itu ujian untuk kenaikan kelas dalam kehidupan. Perbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki. Sempurnakan untuk hal-hal yang tidak sesuai harapan. Tingkatkan kualitas atau kuantitasnya untuk hal-hal yang belum optimal.
Jangan menghindari rasa sakit karena itu berbahaya. Saya pernah tahu orang yang punya prinsip “menghindari rasa sakit”. Dan Anda tahu apa yang terjadi? Saat perusahaannya mengambil kebijakan PHK massal. Dia salah satu orang yang terkena PHK. Rumah tangganya yang terkenal adem-ayem pun berakhir dengan perceraian.
Awalnya, ia menghindari rasa sakit. Akhirnya, ia merasakan sakit yang sangat sakit. Sakit yang tak perlu ada apabila ia bersedia merasakan rasa sakit yang lebih ringan sebelumnya. Apa rasa sakit yang sekarang sedang Anda hadapi? Waspadalah apabila jawabannya “tidak ada” atau “tidak punya”.
---jamil azzaini---
Read More

Rabu, 28 Oktober 2015

Apa sih outbound itu?


Outbound bukan hanya bermakna kegiatan yang menggunakan sarana diluar ruang,melainkan juga bermakna out of bounderise “Keluar dari bingkai/frame kebiasaan” dimana peserta diajak untuk berpikir luar biasa dan membuat terobosan-terobosanbaru.

OUTBOUND TRAINING

Sehubungan dengan semakin pesat dan berkembangnya persaingan bisnis di dalam dan di luar negeri menyebabkan persaingan global menjadi lebih ketat sehingga banyak para pelaku bisnis perusahaan merasa perlu meningkatkan kualitas Sumber daya manusia bagi karyawannya. Dengan metode pembelajaran eksperiensial atau lebih dikenal dengan “learning by doing”, peserta akan dihadapakan dengan keadaan yang nantinya dapat diimplementasikan di dalam kehidupan sehari-hari, dan juga membuat pemahaman terhadap suatu permasalahan akan semakin tinggi sehingga implementasinya juga semakin mudah.
Outbound Training merupakan sarana yang digunakan dalam pelatihan yang bertujuan untuk :

A. Meningkatkan kompetensi setiap individu , Info training | info Outbound | training outboud
B. Terbentuk sifat dan sikap mental sumberdaya manusia :
– Yang berkualitas, Yang mampu membangun dan meningkatkan pola pikir, proses/sistem kerja yang baik,
– Memberikan hasil kerja yang maksimal,
– Semangat kerja yang tinggi, serta
– Kerjasama yang solid antar dan inter unit
agar tujuan perusahaan yang diinginkan dapat terwujud dengan sukses dan bahagia.

TUJUAN OUTBOUND ?

Membangun dan Meningkatkan :
Sikap Mental, Knowledge, Practise, Skill
1.KUALITAS IMAN & TAQWA
2.KUALITAS POLA PIKIR
3.KUALITAS PROSES KERJA
4.KUALITAS HASIL KARYA
5.KUALITAS HIDUP

MANFAAT PELATIHAN OUTBOUND

1.Peserta akan dapat lebih memahami arti yang sebenarnya dari sebuah tantangan.
2.Peserta akan dapat belajar pentingnya memiliki jiwa yang tidak mengenal putus asa.
3.Peserta akan mendapatkan pemahaman yang sebenarnya tentang motivasi, kerja sama dan kepemimpinan.
4.Peserta akan lebih arif dalam melihat potensi diri.
5.Peserta akan mampu memaknai dengan benar arti sesungguhnya dari kata komunikasi efektif
6.Peserta akan mendapatkan kesegaran baik secara jasmani maupun rohani
Read More

Sabtu, 17 Oktober 2015

Tujuan, Makna,Dan Manfaat Outbound Training



Outbound bukan hanya bermakna kegiatan yang menggunakan sarana diluar ruang,melainkan juga bermakna out of bounderise “Keluar dari bingkai/frame kebiasaan” dimana peserta diajak untuk berpikir luar biasa dan membuat terobosan-terobosanbaru.

OUTBOUND TRAINING

Sehubungan dengan semakin pesat dan berkembangnya persaingan bisnis di dalam dan di luar negeri menyebabkan persaingan global menjadi lebih ketat sehingga banyak para pelaku bisnis perusahaan merasa perlu meningkatkan kualitas Sumber daya manusia bagi karyawannya. Dengan metode pembelajaran eksperiensial atau lebih dikenal dengan “learning by doing”, peserta akan dihadapakan dengan keadaan yang nantinya dapat diimplementasikan di dalam kehidupan sehari-hari, dan juga membuat pemahaman terhadap suatu permasalahan akan semakin tinggi sehingga implementasinya juga semakin mudah.
Outbound Training merupakan sarana yang digunakan dalam pelatihan yang bertujuan untuk :

A. Meningkatkan kompetensi setiap individu , Info training | info Outbound | training outboud
B. Terbentuk sifat dan sikap mental sumberdaya manusia :
– Yang berkualitas, Yang mampu membangun dan meningkatkan pola pikir, proses/sistem kerja yang baik,
– Memberikan hasil kerja yang maksimal,
– Semangat kerja yang tinggi, serta
– Kerjasama yang solid antar dan inter unit
agar tujuan perusahaan yang diinginkan dapat terwujud dengan sukses dan bahagia.

TUJUAN OUTBOUND ?

Membangun dan Meningkatkan :
Sikap Mental, Knowledge, Practise, Skill
1.KUALITAS IMAN & TAQWA
2.KUALITAS POLA PIKIR
3.KUALITAS PROSES KERJA
4.KUALITAS HASIL KARYA
5.KUALITAS HIDUP

MANFAAT PELATIHAN OUTBOUND

1.Peserta akan dapat lebih memahami arti yang sebenarnya dari sebuah tantangan.
2.Peserta akan dapat belajar pentingnya memiliki jiwa yang tidak mengenal putus asa.
3.Peserta akan mendapatkan pemahaman yang sebenarnya tentang motivasi, kerja sama dan kepemimpinan.
4.Peserta akan lebih arif dalam melihat potensi diri.
5.Peserta akan mampu memaknai dengan benar arti sesungguhnya dari kata komunikasi efektif
6.Peserta akan mendapatkan kesegaran baik secara jasmani maupun rohani

sumber : https://rahmansuleman.wordpress.com
Read More

Jumat, 03 Juli 2015

PENGETAHUAN KHUSUS YANG MENJADIKAN KITA SUKSES DAN KAYA


Ada dua jenis pengetahuan ada pengetahuan umum dan juga pengetahuan khusus, berapa banyak orang yang secara IPK besar artinya dia punya pengetahuan umum yang luar biasa tetapi setelah dia lulus kuliah maka dia bingung harus bekerja apa atau dimana. Orang yang punya pengtahuan umum tapi tidak tahu cara pengaturan atau penggunaan pengetahuan tersebut makan akan sia-sia. 
Orang mengatakan pengetahuan itu kekuatan, bukan ternyata pengetahuan itu adalah potensi kekuatan. Pengetahuan akan menjadi kekuatan jika diatur menjadi rencana tindakan-tindakan yang pasti dan diarahkan pada tujuan yang pasti. Mata rantai yang hilang dari sistem pendidikan di dunia adalah kegagalan mengajarkan kepada murid CARA MENGATUR DAN MENGGUNAKAN PENGETAHUAN YANG MEREKA DAPATKAN. 
Banyak orang yang tidak mempunyai pendidikan umum yang tinggi tapi dia mempunya pendidikan khusus yang memadai terkait dengan apa yang di gelutinya, misalnya
BOB SADINO : Dia bukan orang yang punya pengetahuan umum yang memadai misalkan ditanyakan padanya Pangeran Diponegoro lahir tanggal, bulan, tahun berapa, atau wafat tahun berapa mungkin juga belau tidak tahu, tapi siapa yang berani mengatakan Bob Sadino itu bodoh atau tidak terpelajar? karena beliau EXPERT dalam bidang ekonomi dan Enterphreneurship dan bisa mengkapitalisasi pengetahuan khususnya yang menjadikan dia kaya raya.
ANDRE WONGSO : Dia tidak tamat SD tapi dia menjadi motivator no 1 di Indonesia dan bahkan menginspirasi jutaan orang di Indonesia dan di dunia siapa yang berani mengatakan dia bodoh, tidak ada yang berani mengatakan itu, meskipun dia tidak lulus SD tapi beliau senantiasa belajar ilmu yang dia sukai yaitu Enterphreneur, ekonomi dan motivasi. Ada banyak tokoh dunia Thomas alfa Edison, Hendry Ford, Anthony Robin dan banyak tokoh dunia lainnya. Saya tidak mengatakan pendidikan dan pengetahuan iu tidak penting, PENTING dan bahkan sangat penting, tapi yang jauh lebih penting adalah kita harus tahu bagaimana cara menggunakan pengetahuan tersebut, mengarahkan pengetahuan tersebut ke tujuan yang jelas dan cita-cita yang jelas.
MARI KITA ASAH KEMAMPUAN KHUSUS KITA...DAN MARI MENUJU KESUKSESAN...!!!
Read More

Kamis, 02 Juli 2015

AUTOSUGESTI...


Autosugesti adalah istilah yang di gunakan untuk semua sugesti dan rangsangan yang dihasilkan sendiri yang sampai ke pikiran seseorang lewat kelima indera. dengan kata lain autosugesti adalah mensugesti diri sendiri dengan kata-kata yang positif yang senantiasa diulang-ulang sehingga menjadi pikiran bawah sadar. untuk mendapatkan autosugesti ini kita harus melatihnya secara terus menerus minimal 2 kali dalam satu hari dan juga jangan lupa kita tambahkan emosi saat kita mengucapkan sugesti tersebut karena tanpa emosi maka apa yang kita lakukan akan kurang maksimal bahkan sia-sia, karena untuk bisa mendapatkan autosugesti dalam pikiran bawah sadar kita harus menambahkan emosi dalam pengucapan sugesti kita. Misalkan saya mesugesti bahwa saya adalah orang yang percaya diri maka " SAYA ADALAH ORANG YANG PERCAYA DIRI " akan senantiasa saya ucapkan setiap hari dengan penuh emosi, misalkan saya akan melakukannya di dalam kamar dengan berdiri tegak kemudian memejamkan mata saya dan saya akan mengatakan pada diri saya bahwa saya adalah orang yang percaya diri sambil mengepalkan tangan sambil mengucapkan dengan penuh emosi, atau saya akan berdiri di depan cermin dengan menggunakan pakain yang rapi dengan  memakai jas dan saya akan memandang dengan lekat diri saya yang ada di cermain dengan menunjuk dan mengatakan " KAMU ADALAH ORANG YANG PERCAYA DIRI ". Kalau itu di lakukan secara berulang-ulang makan akan masuk ke dalam alam bawah sadar...aku adalah orang yang percaya diri...
Read More

Rabu, 01 Juli 2015

RUMUS MEMBANGUN PERCAYA DIRI


Masa lalu yang tidak  baik biasanya menyisakan masalah pribadi yang akut, yaitu masalah degradasi percaya diri. Kepercayaan kita pada diri sendiri sangatlah penting dan jauh lebih penting dari kepercayaan orang lain pada kita. Kita harus mampu membuang pengaruh negatif masa lalu dengan keyakinan akan masa depan.Akan saya sampaikan rumus agar kita bisa menumbuhkan percaya diri kita :
  • Saya tahu dan yakin bahwa saya punya kemampuan untuk mewujudkan tujuan pasti saya, saya akan menuntut diri saya untuk melakukan tindakan yang tekun dan berkesinambungan dalam usaha mewujudkannya dan saya berjanji akan melakukan hal tersebut.
  • Saya menyadari bahwa pikiran saya akan mendominasi yang akhirnya akan memberikan energi fisik saya untuk melakukan tindakan menuju tujuan saya. dan saya akan merenung dalam rangka memusatkan pikiran kepada  model yang akan saya jadikan panutan dalam mencapai tujuan saya.
  • Saya akan membuat anchoring atau jangkar  pada diri saya yang akan menumbuhkan sugesti positif agar bisa menyalurkan energi positif percaya diri saya tiap saat.
  • Saya akan menuliskan tujuan dan harapan saya pada sebuah kertas dan akan membacakannya pada orang lain agar menjadi amunisi hasrat dan keyakinan untuk mendapatkan apa yang saya inginkan.
  • Saya akan membantu orang lain mencapai tujuannya agar memberikan energi positif pada diri saya untuk mencapai apa yang saya inginkan. " Kalau saya mau sukses maka saya harus memembatu orang lain untuk mencapai kesuksesannya"
Read More